Bocah 2 Tahun Mahir Berbahasa Inggris



Andi Mohammad Fachri Rizki Maulana
Reporter/Poso: Ishaq Hakim

MEMILIKI Keturunan adalah dambaan setiap orang. Sebab, memiliki anak adalah karunia terindah bagi setiap pasangan yang menikah. Tuhan menganugerahkan bakat serta kemampuan yang berbeda kepada setiap orang dengan tujuan agar orang tersebut dapat saling berinteraksi yaitu dalam hubungan saling membutuhkan.

Andi Mohammad Fachri Rizki Maulana yang kerap di panggil Bos Ayi, bocah cilik berusia 2 tahun putra dari pasangan suami isteri Mohammad Iqbal dan Andi Sulfiani Agtas, di usianya yang masih dalam kategori anak bawah lima tahun (Balita) ini, berbeda dengan anak balita lainnya.

Setiap orang sebenarnya mempunyai bakat alami yang hanya dimiliki oleh dia sendiri, yang berbeda dengan bakat orang lain. Walaupun, terdapat kemiripan dengan orang lain, tetapi sama sekali tidak sama.
Pada umumnya, anak balita biasanya akan mengamuk jika ada keinginannya yang tidak terpenuhi. Namun, anak yang satu ini lain dari pada yang lain. Ia dapat berbahasa inggris dan berbahasa arab, hal itu disampaikan oleh ayahnya kepada media ini.

Keseharian Bos Ayi adalah bermain layaknya anak kecil seusianya. Namun, ada yang berbeda dengan anak-anak kecil lainnya. Ketika ia menyebutkan sebuah warna, Bos Ayi menggunakan dengan bahasa inggris. Sang ayah Iqbal takjub dengan kecerdasan yang dimiliki oleh anaknya.

“Saya merasa takjub melihat kecerdasan yang dimiliki oleh anak saya, di usia 2 tahun ia sudah bisa menggunakan bahasa inggris, bukan hanya jenis-jenis warna yang ia gunakan dalam berbahasa inggris, tapi juga ia mampu membaca angka dengan menggunakan bahasa inggris. Selain itu, ia juga sudah banyak hafalan doa-doa islami yang diajarkan oleh ibunya,” kata Iqbal saat menceritakan kecerdasan yang dimiliki anaknya.

Satu hal yang disampaikan sang ayah adalah, dalam berkomunikasi dengan anak tidak cukup hanya dengan bahasa verbal saja, tapi kita juga memerlukan bahasa non verbal, dalam hal ini kemampuan berempati terhadap si anak.

“Jika kita dapat memahami keinginan si anak secara empati, rasa percaya diri serta kemampuan menentukan pilihan si anak akan tumbuh. Kemampuan inilah yang membuat si anak dapat menunjukkan bakat-bakat dan kemampuannya kepada orang lain,”  tututp Iqbal.**


Share on Google Plus

About kailipost

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar